Skip to main content

Posts

Akankah Langit Terketuk oleh Doaku?

  Bicara soal doa, rasanya mayoritas sepakat bahwa doa merupakan salah satu cara untuk seorang hamba mencoba mengomunikasikan harapan kepada Tuhannya. Makin besar harapan, semakin serius pula keinginannya untuk mengetuk langit yang bahkan tidak terbayang bagaimana bentuk pintunya. Tapi, betulkah doa yang berhasil dilangitkan menjadi pertimbangan Tuhan untuk merealisasikan suatu kejadian? Berangkat dari keresahan soal arti doa keluar rumah yang dulu sempat membuat saya memilih untuk menambahkan permohonan keselamatan hingga sampai ke tempat tujuan secara gamblang dengan bahasa ibu saya. Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa haula walaa quwwata illaa billah. Artinya: Dengan nama Allah, aku bertawakal (pasrah) kepada Allah. Tidak ada daya dan upaya selain dari kekuatan Allah. Kenapa tidak langsung saja minta diberikan keselamatan sampai ke tujuan hingga pulang kembali ke rumah? Atau kalau di perjalanan membawa harta, mohon agar tidak sampai berpapasan dengan tukang begal? Dan macam-maca...
Recent posts

[BIDADARI SURGA] Pisah dan Temu: Antonim yang Kait Mengait

Perpisahan dan pertemuan pertama yang dialami setiap manusia adalah hari ketika ia harus pergi dari dunia nyaman, yang hanya ada ia di dalamnya, yang dikelilingi dekapan hangat dan cinta, yang selalu diiringi harapan serta doa. Dunia itu adalah rahim sang ibu. Hari di mana ia harus berpisah dengan saudara kembar ari-ari-nya, sekaligus berjumpa dengan orang-orang yang selama ini mengharapkan kehadirannya, yakni keluarganya. Atau kalimatnya bisa diubah menjadi seperti ini: ia harus berpisah dengan saudaranya agar ia bisa berjumpa dengan orang tuanya. Kurang lebih, begitulah gambaran keterkaitan antara pisah dan temu. Kisah kali ini, datang dari seseorang yang sangat bahagia saat saya menuliskan kisahnya. Bahkan ketika saya mengunggah tulisan ini, ia sedang berlagak menjadi seorang ratu sehari. Mungkin ia sedang dirias, dipakaikan pakaian yang indah, serta dipandang dengan mata berkaca-kaca oleh orang-orang yang dicintainya. Hari ini adalah hari bahagia baginya, puncak saat pisah dan te...

IMAN: Indera Keenam Manusia

Seperti yang diketahui, manusia memiliki lima buah indera lahiriyah yang akrab disebut panca indera. Maka indera keenam sudahlah pasti menjadi sebuah anugerah yang bisa jadi tidak dimiliki oleh setiap umat manusia. Sering kali orang-orang yang mengaku memiliki indera tambahan muncul di media penyiaran. Ada yang mengaku mampu melihat makhluk halus sampai menerawang masa depan. Ada pula yang mengatakan bisa berkomunikasi dengan makhluk di “dunia seberang” hingga makhluk di seberang planet, sekalipun fakta kehidupan di luar bumi masih tertutup kabut misteri. Satu hal yang belum disadari oleh banyak orang di muka bumi. Bahwa sesungguhnya setiap manusia memiliki organ indera keenam, yakni hati. Bukan organ dalam yang terdaftar dalam susunan anatomi manusia. Namun hati, sebagai indera pengecap segala macam rasa yang tak mampu dirasakan oleh lidah, indera penglihatan segala macam hal yang tak bisa dilihat oleh mata, indera penciuman segala bau yang tak mampu dicium oleh hidung, indera pende...

BIDADARI SURGA: Hati untuk Cinta Abadi

Bicara mengenai hati, maka tak akan pernah menemui akhir. Di sana, di tempat yang kecil itu, akan ada beribu-ribu rasa. Tempat paling pribadi bagi setiap manusia. Tempat paling mudah merasakan sesuatu. Namun juga tempat paling berbahaya sebab kepekaannya. Menyukai, membenci, mencurigai, mengiba. Semua itu dapat dirasakan sebab manusia memiliki sebuah hati. Perasaan positif hingga negatif mampu diserap oleh salah satu organ dalam manusia yang bisa dibilang spesial sebab keambiguan yang dimilikinya. Maka dalam tulisan ini, akan membawa sebuah kisah mengenai seseorang yang menjaga hatinya dari ketidaksiapannya menghadapi “arus rasa” dengan kekuatan air mata dalam doa. Ia hanyalah seorang gadis biasa, dengan rutinitas luar biasa. Ia bukan berasal dari keluarga kaya, tak juga dari keluarga ulama. Ia hanyalah orang awam yang tetap penasaran dengan rahasia hati manusia. Suatu saat, keadaan terasa seperti krisis baginya. Di saat menginjak usia yang boleh jadi tepat untuk memulai sebuah p...

NIKAH MUDA: Sunnah atau Ikut Tren Saja?

Akhir-akhir ini line 97 hingga 2000-an seperti sedang dimabuk “kebelet” nikah di usia muda. Di mulai dari selebriti, anak tokoh agama, hingga yang bukan siapa-siapa alias warga biasa. Baik yang memang sudah gembar-gembor memamerkan hubungan sejak lama maupun yang tiba-tiba memberi kabar pernikahan. Menurut UU Perkawinan No 1 Tahun 1974, batasan usia menikah adalah 19 tahun. Namun, menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pernikahan yang dilakukan pada usia kurang dari 21 tahun disebut nikah muda. Bahkan UU mengatur beberapa syarat tambahan untuk para calon pengantin usia dini, seperti wajib melampirkan surat izin orang tua untuk yang kurang dari 21 tahun, dan dispensasi dari Pengadilan Agama setempat untuk yang di bawah 19 tahun. Hal ini mengisyaratkan bahwa nikah muda merupakan suatu hal yang “spesial”. Sedangkan dari kaca mata agama, Islam tidak membatasi usia tertentu untuk menikah. Dikutip dari laman islam.nu.or.id, istilah dan batasan nikah muda (nik...

ISRAEL: Bangsa Terlunta yang Didukung Raksasa

Sebelum dunia mengenal kata israel, sumber kitab suci telah menyebutkan Bani Israil. Mereka adalah orang-orang yang berasal dari garis keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dari jalur Nabi Ishak ‘alaihissalam, yakni keturunan dari Nabi Ya’qub ‘alaihissalam atau juga dikenal dengan sebutan Israil. Ya’qub ‘alaihissalam mempunyai dua belas anak yang menjadi cikal bakal dua belas kabilah besar Bani Israil. Kaum ini pada masa itu diberikan karunia yang luar biasa sebab banyaknya nabi yang berasal dari garis keturunan Ishak ‘alaihissalam bin Ibrahim ‘alaihissalam. Bahkan beberapa menjadi nabi sekaligus raja seperti Dawud ‘alaihissalam dan Sulaiman ‘alaihissalam. Al-Qur’anul Karim mencatat sejarah sepak terjang Bani Israil dalam menghadapi kehidupan yang berat. Mulai dari perbudakan berkepanjangan oleh Fir’aun di Mesir, yang kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan mereka melalui Nabi Musa ‘alaihissalam. Dilansir dari islam.nu.or.id, beberapa kali bangsa ini hidup di bawah penindasan...

Ketika Dunia Tumbuh Bersama COVID-19

Sejak akhir tahun 2019, dunia dikejutkan oleh kehadiran suatu spesies kehidupan baru sebab menimbulkan beberapa kasus kematian. Meskipun masih belum jelas awal mula kelahirannya, kasus pertama infeksi dilaporkan di Kota Wuhan, China. Dengan segala kontroversi yang tetap melekat, penyebaran terus berlanjut hingga menjadi tragedi pandemi yang melanda dunia, yang kemudian hingga saat ini dikenal dengan nama Corona Virus Disease (COVID-19). Pandemi yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun ini membawa dampak yang luar biasa bagi tata kehidupan manusia. Seperti adanya pembatasan aktivitas demi menekan tingkat penularan, tersendatnya roda perekonomian dunia yang mengakibatkan banyaknya bisnis yang gulung tikar, hingga efek psikologis yang ditimbulkan mengakibatkan banyak orang yang melakukan berbagai hal dalam rangka bertahan hidup di tengah kondisi serba sulit. Pemerintah kemudian berusaha memperbaiki tatanan yang sudah semrawut itu dengan berbagai cara. Seperti mengadakan fasilitas kes...