Bicara mengenai hati, maka tak akan pernah menemui akhir. Di sana, di tempat yang kecil itu, akan ada beribu-ribu rasa. Tempat paling pribadi bagi setiap manusia. Tempat paling mudah merasakan sesuatu. Namun juga tempat paling berbahaya sebab kepekaannya. Menyukai, membenci, mencurigai, mengiba. Semua itu dapat dirasakan sebab manusia memiliki sebuah hati. Perasaan positif hingga negatif mampu diserap oleh salah satu organ dalam manusia yang bisa dibilang spesial sebab keambiguan yang dimilikinya. Maka dalam tulisan ini, akan membawa sebuah kisah mengenai seseorang yang menjaga hatinya dari ketidaksiapannya menghadapi “arus rasa” dengan kekuatan air mata dalam doa. Ia hanyalah seorang gadis biasa, dengan rutinitas luar biasa. Ia bukan berasal dari keluarga kaya, tak juga dari keluarga ulama. Ia hanyalah orang awam yang tetap penasaran dengan rahasia hati manusia. Suatu saat, keadaan terasa seperti krisis baginya. Di saat menginjak usia yang boleh jadi tepat untuk memulai sebuah p...
Jejak Ketersesatan Si Kerdil di Muka Bumi