Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Bidadari Surga: Cintanya adalah Guru Kehidupannya

Cinta, sebuah kata dengan beribu keambiguan. Maka cinta juga akan memiliki beribu makna tiap kali ia diungkapkan. Menurut Wikipedia, cinta adalah suatu emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut. Definisi sederhana di atas akan menjadi pagar untuk memaknai cinta dalam tulisan ini sehingga akan memudahkan untuk menelaah sebuah kisah yang akan dibawa dalam ruang baca kali ini. Ini adalah sebuah kisah dari seorang wanita tegar, dengan latar belakang keluarga yang membuatnya tidak bisa mengenal deng...

Memaknai Hidup dengan Candaan

Setiap manusia pasti menghadapi “sesuatu” di setiap detik dalam hidupnya. Sesuatu di sini pun bisa dimaknai macam-macam. Ketika seorang bayi menangis karena haus, mungkin bagi orang dewasa itu hanyalah hal biasa—”ah, wajar saja’, pikirnya. Tapi belum tentu bagi si bayi. Bisa jadi ia sedang dalam keadaan yang benar-benar gawat di mana ia benar-benar membutuhkan air karena tenggorokannya yang kering kerontang ataupun perutnya yang pedih karena lapar. Belum lagi jika dilihat dari sisi orang-orang yang harus menghadapi realita “susu itu mahal”, yang ketika bayinya menangis hatinya tersayat karena susu di kaleng tinggal tersisa satu sendok saja. Memang. Hidup dan yang menjalani hidup memang begitu. Terkesan tidak adil padahal Allah sudah menggariskan segala macam bentuk anugerah pada setiap makhluk-Nya jauh sebelum individu itu dilahirkan ke dunia. Hidup terasa menghakimi diri padahal diri sendirilah yang menghakimi atas hidup yang telah jelas-jelas bergelimang nikmat. Tapi begitulah ...